Bahasa Cinta

Selasa, 23 April 2013

Kenapa mengaku dosa dihadapan manusia, bukan langsung ke Allah ?


Arsip Grup Katolik: Kenapa mengaku dosa dihadapan manusia, bukan langsung ke Allah ?
Kisah si anak hilang yang kembali ke pangkuan bapanya. Luk 15:1-3,11-32.

Judul topik di atas adalah hendak kami sampaikan untuk membahas bacaan injil kita hari ini, yang menurut kami adalah memberikan gambaran tentang dosa, pertobatan dan pengampunan.

Saya mulai dengan seputar dosa dan pengampunan dosa.

Dalam dosa, manusia menolak panggilan Allah, sehingga manusia mengalami maut atau kebinasaan. (...Melalui korban salib oleh Yesus Kristus, manusia mengalami penebusan dosa. Melalui kebangkitan Yesus, manusia dibukakan pintu Kerajaan Allah);

Dosa adalah penghalang bagi manusia menuju Kerajaan Allah. Akibat dosa, manusia menjadi terpisah dengan Allah [ini sesungguhnya keadaan yang sagat menyakitkan itu], karena itu dosa harus dihapuskan dari kehidupan manusia (....“Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Luk 15:13-16);

Untuk mendapatkan penghapusan dosa, manusia harus memperoleh pengampunan (..”Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya”..- Luk 15:22);

Untuk memperoleh pengampunan, manusia harus mengakukan dosanya ( ...”Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa”- Luk 15:18);

Untuk mengakukan dosanya, manusia harus melakukan sesal/pertobatan (...”aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa..” - Luk 15:19);

Pertobatan menjadi sah (terbenarkan), bila si pendosa menyadari kesalahannya (“Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan” Luk 15:17);

Lalu kenapa mengaku dosa harus dilakukan dihadapan manusia ? 

Dosa adalah keadaan “najis” dihadapan Allah (sebab Allah adalah Kudus). Agar layak dihadapan Allah, maka manusia juga harus dikuduskan. Pengudusan ini diperoleh melalui rahmat pengampunan. Dan pengampunan ini hanya dapat diperoleh jika manusia menyadari kesalahannya [baca: dosanya], kemudian menyesali perbuatannya [dosanya], selanjutnya memintakan pengampunan [atas dosa yang telah dilakukannya].

Harus disadari [melalui terang Kebenaran sehingga kita menjadi yakin dan mengimaninya] bahwa pengampunan adalah rahmat Allah. Dan sesungguhnya, pengampunan diperoleh bukan karena jasa (perbuatan) baik manusia, melainkan semata-mata karena kerahiman Allah.

Kerahiman Allah adalah perbuatan Roh Kudus, dengan kata lain bahwa kerahiman Allah bisa diterimakan manusia melalui [dengan perantaraan] Roh Kudus (dalam ajaran Gereja, bahwa Roh Kudus adalah salah satu pribadi Allah, selain Allah Bapa dan Allah Putra).

Seperti dalam perumpamaan oleh Yesus dalam Lukas 15: 21 bahwa “Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa”. Perikop ini hendak mengajarkan kepada kita bahwa perbuatan [dosa], penyesalan dan pengampunan itu selalu melibatkan sisi manusia dan sisi Allah. Dan kedua sisi ini tidak bisa dipisahkan sebagai satu kesatuan, sebagai kehendak Bapa pada awal penciptaan.

Jika kita mengimani Yesus sebagai Allah [ baik atas dasar Yoh 14:9 "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" atau Yoh 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu”], maka adalah berdosa bila kita menolak perkataanNya (sebab ada tertulis “ ....Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia' Mar 9:7 atau “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku” Yoh 10:37 atau setidaknya di Yoh 10:38 “.....jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa).

Nah jika Injil memberikan petunjuk bahwa mengimani Yesus, berarti mutlak harus percaya pada apa yang dikatakanNya [setidaknya perbuatan yang dilakukanNya], maka perkataan Yesus dalam Mat 16:19 – yang berbunyi “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” adalah tolok ukur kebenaran yang penuh [untuk menyatakan saya mengimani Yesus].

Gereja Katolik adalah satu-satunya gereja yang mempunyai kesinambungan mandat kuasa apostolik [sebagaimana tertulis di Mat 16:18, yang berbunyi “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku [seharusnya “gereja-Ku”] dan alam maut tidak akan menguasainya”], maka konsekuensinya, kita juga terikat pada apa yang dikatakan oleh orang yang diberi mandat (kuasa mengajar berdasarkan tahbisan yang sah).

Tradisi kekristenan mengajarkan bahwa pengampunan diberikan oleh seorang ayah (bapa) kepada anaknya. Bila seorang anak bersalah kepada orang lain, maka orang lain meminta supaya bapa si anak [karena anak masih menjadi tangggungjawab orang tuanya] untuk bertanggungjawab terhadap kesalahan anaknya (bdk. perumpamaan anak hilang yang kembali lagi ke pangkuan bapanya). Salah satu bentuk pertanggung-jawaban bapak adalah memintakan maaf atas kesalahan anaknya [dan berharap orang lain memaafkannya]. Ini adalah pengampunan dari sisi manusia (oleh manusia kepada manusia).

Bagaimana dengan pengampunan yang datang dari “Sorga” dan dari “bapak” bisa berlangsung sebagai kesatuan tak terpisah seperti perumpamaan oleh Yesus tadi ? Dapatkah seorang “bapa” memberikan pengampunan [atas dosa seseorang] ? Jawabnya : Tidak ! Kenapa ? Karena pengampunan adalah rahmat Allah. Kalau demikian kenapa orang katolik memintakan pengampunan dosa kepada imam (yang adalah manusia juga) ?

Kembali kepada pengakuan iman bahwa Yesus adalah Allah. Dan perkataan Yesus adalah perkataan Roh Kudus [sekaligus apa yang dikehendaki Bapa]. Jika Yesus sudah memberikan mandat kuasa “apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” kepada Petrus, maka kuasa mengampuni ini hanya bisa dilakukan secara sakramental. Artinya memerlukan keterlibatan manusia, yang secara sah [karena mandat oleh Yesus, Mat 16:18-19], dapat bertindak atas nama Allah dan sekaligus tidak meninggalkan sisi manusianya.

Nah, siapa orang yang secara khusus dan sah mempunyai kuasa menyelenggarakan sakramen itu ? Hanya imam tertakbislah yang bisa melakukannya. Orang awam tidak bisa !, pendetapun juga tidak bisa !. Sama dengan setiap penyelenggaraan sakramen pengudusan yang lain, begitu pula dengan sakramen pengakuan dosa, bahwa posisi imam tidak menjadikan dirinya sebagai Allah yang mengampuni, melainkan "menghadirkan rahmat pengampunan", sehingga pengampunan itu menjadi nyata dan apa yang dinyatakannya [oleh imam itu] mengikat secara "dunia" dan "akhirat".

Karena itu, barang siapa [yang mengaku kristen] meminta pengampunan dosanya, secara langsung, kepada Allah, maka sikap iman yang demikian adalah tidak lebih dari sebuah doa pengharapan, yang bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Sedangkan sakramen adalah bukan doa pengharapan.

Kalau demikian, masihkah kita memandang bahwa sakramen pengakuan dosa tidak diperlukan [dengan alasan meminta pengampunan langsung kepada Allah juga tidak dilarang] ???

====
Tambahan:
Sebagai pelayan (hamba Allah), seorang imam [dalam menyelenggarakan sakramen tobat atau pengakuan atau pengampunan atau perdamaian] HANYALAH memerankan sebagai Kristus (in persona Christe) dan BUKAN menjadi Kristus (to be Christe).


Meskipun demikian, seorang peniten [setelah melakukan contritio, confessio, satisfactio dan menerimakan absolutio dari imam ybs] yang dengan sadar, menolak memandang imam sebagai Allah yang berkarya melalui dirinya (imam), maka si penitent telah berbuat dosa. Absolusinya sendiri tidak batal. Ini sama dengan seorang katolik yang sudah dibaptis dan berhak menerima sakramen ekaristi, kemudian ia menerima komuni, tetapi ia menolak bahwa roti yang dia makan bukanlah tubuh Kristus sendiri, melainkan roti biasa atau menganggapnya sekedar simbol saja. Ia telah berdosa, tetapi roti yang yang ia makan tetap tubuh Kristus itu sendiri (bukan lalu menjadi roti biasa). 

Perlu diketahui bahwa sakramen mengandung kuasa yang mencapai kedalaman jiwa seseorang, dan hanya Allah yang mampu melakukan hal itu. Jadi walaupun disampaikan oleh para imam, sakramen-sakramen Gereja tersebut merupakan karya Kristus. Kardinal Ratzinger (sekarang Paus Benedict XVI) menyatakan, dari sisi pandang imam sebagai penerus para rasul, sakramen berarti, “Aku memberikan apa yang tidak dapat kuberikan sendiri; aku melakukan apa yang bukan pekerjaanku sendiri… aku (hanyalah) membawakan sesuatu yang dipercayakan kepadaku.”

NB : 
- Contritio adalah sesal sempurna atas dosa-dosa dan niat untuk tidak berdosa lagi; 
- Confessio adalah pengakuan dosa secara utuh di depan seorang imam;
- Satisfactio adalah perbuatan-perbuatan silih yang sesuai dengan beratnya dosa, seperti disarankan imam (pelayan sakramen) ini dan biasanya terdiri dari doa, puasa dan derma;
Diarsipkan dari fb group Katolik, tulisan oleh De Santo Roberto

7 Sakramen di Katholik


DASAR BIBLIS SAKRAMEN-SAKRAMEN DALAM GEREJA KATOLIK
Salam Dalam Kristus, 

Seringkali kita bertanya, dan kadang dipertanyakan oleh saudara-saudari kita dari Gereja lain yg non- Katolik, apakah 7 (tujuh) Sakramen dalam Gereja Katolik ditetapkan oleh Kristus dan mempunyai dasar biblis yang kuat ttg itu. Kadang kita sendiri bingung dan tidak tahu mau menjawab apa. efeknya adalah pnghayatan kita terhadap Sakramen pun kurang mendalam. Semoga bahan ini menjadi pengetahuan iman yang membantu rekan-rekan untuk semakin memahami apa yang kita imani selama ini.,
sumber
 www.katolisitas.org 
Salam

YusTL,pr
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SAKRAMEN – SAKRAMEN GEREJA
(KGK 1113-1532)

Ketujuh sakramen (Pembaptisan, Penguatan, Ekaristi, Pengakuan Dosa, Tahbisan, Perkawinan, dan Urapan orang sakit) merupakan tanda yang menyampaikan rahmat dan kasih Tuhan secara nyata. Hal ini merupakan pemenuhan janji Kristus yang tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai yatim piatu (Yoh 14:18). Melalui sakramen tersebut, Allah mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk menyembuhkan, memberi makan dan menguatkan kita.


Keberadaan sakramen sebenarnya telah diperkenalkan sejak zaman Perjanjian Lama, tetapi pada saat itu hanya merupakan simbol saja -seperti sunat dan perjamuan Paskah (pembebasan Israel dari Mesir)- dan bukan sebagai tanda yang menyampaikan rahmat Tuhan. Kemudian Kristus datang, bukan untuk menghapuskan Perjanjian Lama melainkan untuk menggenapinya. Maka Kristus tidak menghapuskan simbol-simbol itu tetapi menyempurnakannya, dengan menjadikan simbol sebagai tanda ilahi. Sunat disempurnakan menjadi Pembaptisan, dan perjamuan Paskah menjadi Ekaristi. Dengan demikian, sakramen bukan hanya sekedar simbol semata, tapi menjadi tanda yang sungguh menyampaikan rahmat Tuhan.

Di sini kita melihat bagaimana Allah tidak menganggap benda- benda lahiriah sebagai sesuatu yang buruk, sebab di akhir penciptaan Allah melihat semuanya itu baik (Gen 1:31). Bukti lain adalah Kristus sendiri mengambil rupa tubuh manusia (yang termasuk ‘benda’ hidup) sewaktu dilahirkan ke dunia (lih. Ibr 10:5) Kita dapat melihat pula bahwa di dalam hidupNya, Yesus menyembuhkan, memberi makan dan menguatkan orang-orang dengan menggunakan perantaraan benda-benda, seperti tanah sewaktu menyembuhkan orang buta (Yoh 9:1-7); air sewaktu mengubahnya menjadi anggur di Kana (Yoh 2:1-11), roti dan ikan dalam mukjizat pergandaan untuk memberi makan 5000 orang (Yoh 6:5-13), dan roti dan anggur yang diubah menjadi Tubuh dan DarahNya di dalam Ekaristi (Mat 26:26-28). Jika Yesus mau, tentu Ia dapat melakukan mujizat secara langsung, tetapi Ia memilih untuk menggunakan benda- benda tersebut sebagai perantara. Janganlah kita lupa bahwa Ia adalah Tuhan dari segala sesuatu, dan karenanya Ia bebas menentukan seturut kehendak dan kebijaksanaan-Nya untuk menyampaikan rahmatNya kepada kita.

Sakramen Pembaptisan (KGK 1213-1284)
Akibat dosa asal, kita lahir di dunia dengan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23), sehingga kita tidak mungkin bersekutu dengan Allah. Yesus telah turun ke dunia untuk membawa manusia kembali ke pangkuan Allah. Yesus mengatakan bahwa seseorang harus “dilahirkan kembali dalam air dan Roh” (Yoh 3:5), yaitu di dalam Pembaptisan, di mana seseorang dilahirkan kembali secara spiritual. Oleh kelahiran baru di dalam Pembaptisan ini kita diselamatkan (lih. 1Pet 3:21), karena di dalam Pembaptisan kita dipersatukan dengan kematian Kristus untuk dibangkitkan bersama-sama dengan Dia (Rom 6:5).
Jadi Sakramen Pembaptisan mendatangkan dua macam berkat, yaitu penghapusan dosa dan pencurahan Roh Kudus beserta karuniaNya ke dalam jiwa kita, yang memampukan kita untuk hidup baru (Acts 2:38). Oleh Pembaptisan, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan digabungkan ke dalam Gereja yang menjadikan kita anggota Tubuh Kristus.

Sakramen Ekaristi (KGK 1322- 1419)
Kristus mengasihi Gereja-Nya tanpa batas dengan menganugerahkan Tubuh dan Darah-Nya sendiri kepada setiap anggota keluargaNya di dalam perjamuan Ekaristi. Ekaristi merupakan penyempurnaan dari perjamuan Paska Perjanjian Lama, yang ditandai dengan kurban anak domba yang membebaskan orang-orang Israel dari maut. Dalam Ekaristi, Kristuslah, Anak Domba Allah yang menjadi kurban untuk menghapus dosa-dosa kita, dan karena itu kita memasuki Perjanjian Baru yang membebaskan kita dari kematian kekal.

Yesus sendiri berkata, “Jika kamu tidak makan daging-Ku dan minum darah-Ku, engkau tidak mempunyai hidup di dalam dirimu” (Yoh 6:53). Maka, dengan menyambut Ekaristi, kita melaksanakan ajaran Yesus untuk memperoleh hidup yang kekal. Sakramen ini ditetapkan oleh Yesus sendiri pada Perjamuan Terakhir sebelum sengsara-Nya, ketika Ia berkata kepada para rasulNya, “Ambillah, makanlah, inilah TubuhKu… Minumlah…inilah darahKu yang ditumpahkan bagiMu.. ..perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Luk 22:19-29, Mat 26: 28, Mrk 14:22-24).

Gereja Katolik mengajarkan bahwa kurban salib Kristus terjadi hanya sekali untuk selama-lamanya (Ibr 9:28). Kristus tidak disalibkan kembali di dalam setiap Misa Kudus, tetapi kurban yang satu dan sama itu dihadirkan kembali oleh kuasa Roh Kudus untuk mendatangkan buah-buahnya, yaitu penebusan dan pengampunan dosa. Hal itu dimungkinkan karena Yesus yang mengurbankan Diri adalah Tuhan yang tidak terbatas oleh waktu dan kematian, sehingga kurbanNya dapat dihadirkan kembali, tanpa berarti diulangi.

Melalui perkataan imam yang dikenal sebagai konsekrasi, roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus oleh kuasa Roh Kudus. Karena itu, kita harus memeriksa diri sebelum menyambut Ekaristi, sebab “barangsiapa dengan tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan…dan barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya” (1Kor 11:27-29). Dari pengajaran Rasul Paulus ini, kita mengetahui bahwa Kristus sungguh hadir di dalam Ekaristi. Yesus memakai segala cara untuk menyatakan bahwa Ia mau tinggal bersama kita, untuk menyertai dan menguduskan kita, karena sungguh besarlah kasihNya kepada kita sebagai anggota Gereja-Nya.

Sakramen Penguatan (KGK 1285-1321)
Tuhan memperkuat jiwa kita juga dengan Sakramen Penguatan. Hal ini kita lihat dari kisah para rasul yang, walaupun telah menerima rahmat Tuhan, mereka dikuatkan secara istimewa pada hari Pentakosta, ketika Roh Kudus turun atas mereka. Atas karunia Roh Kudus ini para rasul dapat dengan berani mengabarkan Injil dan melaksanakan misi yang Yesus percayakan kepada mereka. Karunia Roh Kudus ini diturunkan melalui penumpangan tangan para rasul (Kis 8:14-17) yang kemudian juga dilanjutkan oleh para penerus mereka (para uskup) kepada Gereja-Nya. Melalui Sakramen Penguatan inilah kita dikuatkan dalam iman untuk menghadapi tantangan hidup.

Sakramen Pengakuan/ Tobat (KGK 1422-1498)
Allah mengetahui bahwa di dalam perjalanan iman, kita dapat jatuh di dalam dosa. Maka Ia menganugerahkan Sakramen Pengakuan/ Tobat pada kita, karena Allah selalu siap sedia untuk mengangkat kita dan mengembalikan kita ke dalam persekutuan dengan Dia. Di dalam sakramen ini kita mengakukan dosa kita di hadapan imam, karena Yesus telah memberi kuasa kepada para imamNya untuk melepaskan umatNya dari dosa. Setelah kebangkitanNya, Yesus berkata kepada para rasulNya, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh 20:22-23). Melalui Sakramen Tobat ini kita menerima pengampunan dosa dari Tuhan dan juga rahmatNya, yang membantu kita untuk menolak godaan dosa di waktu yang akan datang.

Sakramen Perkawinan (KGK 1601-1666)
Sebagian besar orang dipanggil untuk kehidupan berumah tangga. Melalui Sakramen Perkawinan, Tuhan memberikan rahmat yang khusus kepada pasangan yang menikah untuk menghadapi bermacam tantangan yang mungkin timbul, terutama sehubungan dengan membesarkan anak-anak dan mendidik mereka untuk menjadi para pengikut Kristus yang sejati.
Dalam sakramen Perkawinan terdapat tiga pihak yang dilibatkan, yaitu mempelai pria, mempelai wanita dan Allah sendiri. Ketika kedua mempelai menerimakan sakramen Perkawinan, Tuhan berada di tengah mereka, menjadi saksi dan memberkati mereka. Allah menjadi saksi melalui perantaraan imam, atau diakon, yang berdiri sebagai saksi dari pihak Gereja.

Sakramen Perkawinan adalah kesatuan kudus antara suami dan istri yang menjadi tanda yang hidup tentang hubungan Kristus dengan GerejaNya (Ef 2:21-33). Karenanya, perkawinan sakramental Katolik adalah sesuatu yang tetap dan tak terceraikan, kecuali oleh maut (Mrk 10:1-2, Rom 7:2-3, 1Kor 7:10-11).

Sakramen Tahbisan (KGK 1536- 1600)
Pada zaman Perjanjian Lama, meskipun bangsa Israel telah dikatakan sebagai ‘kerajaan imam dan bangsa yang kudus’ (Kel 19:6), Allah tetap memanggil para pria tertentu untuk menjalankan tugas sebagai imam (Kel 19:22). Hal yang sama terjadi di dalam Perjanjian Baru, sebab walaupun semua orang Kristen dikatakan sebagai ‘imamat yang rajani’ (1Pet2:9), namunYesus memanggil secara khusus beberapa orang pria untuk menjalankan tugas pelayanan sebagai imam. Melalui Tahbisan ini, para imam diangkat untuk menjadi pelayan Gereja untuk menjalankan tugas-tugas Kristus, yaitu sebagai imam untuk menguduskan, nabi untuk mengajar dan raja untuk memimpin dan melayani umat-Nya. Di atas semua ini tugas yang terpenting adalah mengabarkan Injil dan menyampaikan sakramen-sakramen.

Sakramen Urapan Orang Sakit (KGK 1499- 1532)
Alkitab mengatakan agar jika kita sakit, maka baiklah kita memanggil penatua Gereja untuk mendoakan dan mengurapi kita dengan minyak di dalam nama Tuhan. Dan doa yang didoakan dengan iman ini akan menyelamatkan kita yang sakit dan mengampuni dosa kita (Yak 5:14-15). Oleh karena itu, sakramen Urapan orang sakit ini tidak hanya dimaksudkan untuk menguatkan kita di waktu sakit, tetapi juga untuk membersihkan jiwa kita dari dosa dan mempersiapkan kita untuk bertemu dengan Tuhan.

Kesimpulan:
 Gereja adalah Tanda Kasih Tuhan
Gereja adalah tujuan akhir hidup manusia dan sarana untuk mencapai tujuan itu. ‘Gereja’ yang merupakan keselamatan manusia dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, juga menjadi ‘sakramen keselamatan’, atau sarana dan tanda yang nyata dari misteri kasih Allah yang ditunjukkan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Sebagai anggota Gereja, kita diikutsertakan di dalam misteri itu, dengan mengambil bagian di dalam misteri Paska Kristus yang dinyatakan di dalam ketujuh sakramen yang kita terima, lewat perantaraan penerus para rasul, yaitu para uskup dan pembantunya (imam). Marilah kita mensyukuri anugerah Gereja Kudus ini, beserta dengan rahmat sakramen dan keberadaan para pemimpin Gereja, sebab oleh semua itu kita beroleh karunia Allah yang tiada batasnya, yaitu keselamatan di dalam persekutuan dengan Tuhan.

SO, TIDAK ADA ALASAN untuk menerapkan hanya 2 sakramen? Malahan, KETUJUH-TUJUHNYA HARUS DITERAPKAN. KARENA GERAKAN REFORMASI MARTIN LUTHER HANYA MENGURANGI JUMLAH SAKRAMEN..
Pax et Bonum

Kamis, 07 Maret 2013

Trik Yoyo Untuk Pemula


 Trik Yoyo Untuk Pemula
Belakangan ini, teman-teman pasti suka memerhatikan saya suka bermain yoyo,kan? Iya , betul! Saya memang memang menggemari yoyo dari kelas 3 SD dan sekarang , saya baru aktif dalam bermainnya.

Artikel ini q ambil dari satu blog yang q pgn berterima kasih bgt buat mereka yang udah bersusah payah menulis dan memberikan informasi tentang trik-trik main yoyo, q lupa pa nama blognya. Tapi q harap bgt ma penulisnya untuk tidak marah dan kepada para pembaca agar mengetahui bahwa isi blog ini bukan buatan saya, cz saya cuma spiner amatir yang baru belajar dan artikel ini hanya menyalurkan kepada orang-orang yang mungkin juga ingin belajar bermain yoyo yang baik dan benar, dari pada main narkoba dan merusak tubuh lebih baik bermain yoyo aja!!!!!
Langsung aja kepokok permasalahan, dalam trik yoyo ada 3o buah trik yang memiliki tingkat kesulitan tertentu, dan 30 trik ini dibagi menjadai 3 kelompok, basic level (yang akan dibahas disini), super lebel dan hyper level. Setiap level memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Marilah kita bahas trik dasar (basic level). Dalam level ini mencakupi :  Sleeper, Forward Pass,  Walk the dog,  Creeper,  Rock the Baby,  Around the World,  Loop the Loop,  Breakaway, Elevator,  Rocket. Mulai dari sini saya isi dengan saduran yang saya tulis diatas tadi…….
BASIC LEVEL..!!
1.Sleeper
Trik dasar yang paling penting untuk dikuasai, walaupun sederhana. Soalnya trik ini merupakan unsur utama dari kebanyakan trik yoyo lainnya.
a.Genggam yoyo dengan gaya seolah-olah kita ingin menonjolkan otot tangan kita.
b.Pastikan ujung gulungan tali yoyo yang menuju ke jari nampak di tangan kita, karena hal ini juga menentukan berhasil/tidaknya lemparan.
c.Ayunkan tangan ke arah depan, begitu mencapai ketinggian dada, segera putar pergelangan tangan (sehingga telapak menghadap ke bawah) sambil menyentak yoyo.
d.Kalau langkah di atas dilakukan dengan benar, yoyo akan berputar di ujung tali. Istilahnya, “Sleep”.
e.Sentak tali yoyo supaya yoyo kembali naik ke atas sebelum putarannya habis.
TIPS: Pelajari trik ini sungguh-sungguh. Usahakan kamu bisa melakukan sleeper lebih dari 10 detik. Tergantung juga dengan jenis yoyo yang dipakai. Kalau yoyo yang kamu pakai adalah jenis transaxle seperti ball-bearing atau brass transaxle, usahakan setidaknya mencetak rekor sleep sampai 1 menit atau lebih. Sementara untuk yoyo poros kayu atau poros besi yang non-transaxle (sperti wooden fixed, brass fixed, atau metal fixed) tidak semudah itu untuk melakukan sleep sampai lebih dari 1 menit ^^ Seringlah melatih kekuatan lemparan dan keseimbangan sleeper
2.Walk the Dog
Trik dasar yang satu ini cukup fun untuk dilakukan. Kalau sudah lancar melakukan sleeper, tentunya akan sangat mudah melakukan trik ini.
Sesuai namanya, trik ini akan membuat kamu seolah-olah menuntun seekor anjing ^^
a.Lakukan trik Sleeper
b.Saat yoyo berputar di ujung tali, sentuhkan dengan lantai, maka yoyo akan menggelinding di lantai.
c.Ikuti yoyo yang menggelinding, untuk memastikan tali yoyo tidak menegang, karena kalau tali yoyo menegang yoyo akan langsung naik ke atas.
d.Sentak tali untuk mengembalikan yoyo sebelum yoyo berhenti berputar.
3.The Creeper
Yang satu ini perkembangan selanjutnya dari Walk the Dog. Trik ini akan membuat yoyo seolah-olah merambat ke tangan kita.
a.Lakukan Sleeper
b.Ayun yoyo ke belakang sedikit, lalu ayun ke depan sambil menyentuhkannnya dengan lantai.
c.Yoyo akan  berjalan di lantai seperti dalam trik Walk the Dog.
d.Membungkuklah sehingga tali yoyo akan terus tertarik sampai posisi horisontal
e.Sentak yoyo untuk mengembalikannya ke tangan dalam posisi horisontal.
4.Forward Pass
Pastikan yoyo kamu cukup responsif. Kita akan mempelajari dasar melempar yoyo ke arah depan.
Lucu juga kalau dipakai untuk menakut-nakuti kawan kita, karena trik ini membuat yoyo seolah-olah mental ke depan^^
a.Genggam yoyo seperti biasanya, tetapi hadapkan telapak tangan ke belakang. Posisi tangan di samping.
b.Gerakkan tangan ke arah depan, begitu posisi tangan sudah sejajar dengan pandangan mata, lepaskan yoyo
c.Yoyo akan terlempar lurus ke arah depan. Segera sentak begitu yoyo mencapai ujung tali, dan tangkap.
TIPS: Cobalah melatih melakukan forward pass ke beberapa sudut. Lebih hebat kalau bisa melakukan forward pass ke arah atas (vertikal)
dan menangkapnya lagi dalam garis lurus.
5.Breakaway
Mirip dengan Sleeper, tapi kita melakukan lemparan ke samping sambil mengayun yoyo
a.Genggam yoyo dnegan posisi tangan seperti akan melakukan sleeper, tapi posisi tangan di samping, seperti ingin menonjolkan otot.
b.Lempar yoyo ke samping dengan lurus, begitu yoyo terlepas dan sleep, ayun tali ke samping membentuk setengah lingkaran.
c.Begitu mencapai setengah lingkaran, sentak yoyo agar kembali ke tangan.
6.Rocket
Trik ini akan membuat yoyo terlempar tinggi di udara..tapi tergantung juga sampai seberapa tinggi kamu melemparnya, hehe..
a.Lakukan trik Sleeper
b.LEpaskan ikatan tali di jari tangan.
c.Genggam ujung tali yoyo, dan sentakkan yoyo sehingga bergerak naik ke atas.
d.Tepat sebelum yoyo mencapai tangan, segera lepaskan tali, sehingga yoyo akan terlempar di udara.
e.Tangkap yoyo.
7.Elevator
Ayo buat yoyo kamu menanjak ke atas seperti naik lift!
a.Lakukan sleeper
b.Tempatkan telunjuk kiri di belakang tengah-tengah tali
c.Pindahkan tangan yang mengendalikan yoyo ke belakang sehingga posisinya sejajar dengan yoyo
d.Gerakkan tangan yang mengendalikan yoyo ke bawah sehingga yoyo seperti naik ke atas
8.Around the World
Dengan trik ini kita akan keliling dunia..Hati-hati harap perhatikan apakah ada objek/orang lain yang berada di sekitar kita sebelum melakukan trik ini.
a.Lakukan gerakan forward pass, tapi usahakan melemparnya agak kencang dan jangan sampai memantul lagi
b.Langsung ayun yoyo ke belakang sehingga mengelilingi kita. Bila dilakukan benar, yoyo akan sleeper sambil terayun.
c.Ketika yoyo kembali ke posisi depan, tarik supaya yoyo kembali ke tangan
9.Rock the Baby
Trik ini cukup terkenal dalam permainan yoyo. Mengayun bayi!
a.Lakukan Sleeper
b.Tempatkan tangan yang tidak mengendalikan yoyo di depan tengah-tengah tali
c.Dengan tangan yang mengendalikan yoyo, ambil tali beberapa senti dari yoyo sambil melewati tangan yang tidak mengendalikan yoyo.
d.Tegakkan bentuk segitiga dan ayun yoyo di tengah-tengah segitiga tersebut
10.Loop the Loop
Trik ini masih memerlukan yoyo yang memiliki respon yang baik. Kita akan melakukan trik dasar yang akan sangat keren kalau dilakukan berulang-ulang.
a.Lakukan Forward pass.
b.Begitu yoyo terlempar ke depan, sentak agar kembali ke tangan, tapi jangan tangkap
c.Sebelum yoyo mencapai tangan, putar pergelangan tangan untuk membuat yoyo terlempar lagi ke depan.
d.Lakukan berulang-ulang dan lihat berapa kali kamu bisa melakukan Loop the Loop
Dikutip dari:
http://shangrila12.wordpress.com/2009/05/16/basic-level-main-yoyo/

Jenis dan Tipe Yoyo


Jenis dan Tipe Yo-Yo
Tipe Yo-Yo


macam-Bentuk
4 macam bentuk
Butterfly
 = Kupu-kupu
Celah lebar, digunakan untuk trik-trik Tali, yang melingkar diantara celah yo-yo. jarak celah yang melebar memudahkan tali untuk masuk kedalamnya dan memperkecil gesekan antara tali dan body yo-yo, sehingga yo-yo bisa berputar lebih lama.
 

Imperial, 
merupakan bentuk klasik merupakan bentuk generasi awal dari Yo-yo, yaitu berbentuk Bola, yang bagian tangahnya di beri celah, bentuk ini biasanya digunakan untuk trik dasar naik turun dan waktu putaran yo-yo diujungtali (sleeper) tidak begitu lama dan bahkan digunakan untuk Looping (berputar balik) saja.

Modified
bentuk ini memiliki celah sedikit lebih lebar dari bentuk klasik/imperial, sehingga masih memungkinkan untuk menyangkutkan tali diantara celahnya, bagi sebagian pemain, bentuk ini lebih sering digunakan untuk melakukan trik-trik dasar bermain yo-yo... karena masihbisa melakukan trik looping.

Russel
Merupakan penemuan dari pemain Yo-yo bernama Russel, perkembangan dari bentuk Kombinasi antara Modifikasi dengan bentuk imperial, bentuk ini didesain untuk bisa melakukan trik Tali dan trik Looping.



Perbedaan Bahan
Terracota
 = Tanah liat, dipakai oleh orang-orang yunani kuno untuk membuat yo-yo 2500tahun yang lalu. Pada zaman ini yo-yo digunakan sebagai bagian dari upacara persenbahan kepada-dewa. sebagai upacara anak yang menganjak dewasa.

Yo-Yo Kayu
kayu
Merupakan bahan paling populer sejak yo-yo di produksi di amerika sejak tahun 30an, Kayu merupakan bahan yang masih digunakan hingga saat ini.


Yo-Yo kayu mengambil bentuk dari Freehand Zero buatan Eric wolf USA
Bambu
sejak tahun 2008, perusahaan yo-yo dari amerika membuat yo-yo dari bambu, dengan cincin pemberat yang terbuat dari aluminum. Bambu merupakan bahan terbaik alam untuk membuat yo-yo, selain lentur, kerapatannya lebih tinggi dari pada kayu sehingga berat dan bentuk yang diinginkan bisa terprediksi dengan baik.


yo-yo plastik paling populer saat ini (diatas adalah Duncan freehand Zero)
Plastik
Bahan yang paling banyak digunakan saat ini, bahan plastik memungkinkan berbagai bentuk yang diinginkan. berbagai macam kualitas plastik bisa dibuat untuk menekan cost produksi, hingga karakteristik plastik yang bisa menyerupai logam.

Logam
bahan Logam atau aluminum
merupakan bahan Yo-Yo yang paling prestise.
memiliki keseimbangan, kekuatan dan finishing yang paling bagus.
kekuatan Body yo-yo yang baik adalah, ketika terbentur dia tidak merubah struktur/ bentuk tetapi hanya merusak permukaannya saja.

Freehand Magnesium, salahsatu dari yo-yo termahal saat ini dengan harga $450


BareBones dari DifEYo, yo-yo metal yang mengantarkanku menjadi juara di 30 detik menjadi bintang tahun 2005

Combined
Merupakan gabungan antara dua atau lebih bahan yang berbeda.
yang paling umum adalah gabungan antara plastik dan logam, Logam disimpan dalam bibir yo-yo sehingga memiliki daya putar yang lebih tinggi.

Hitman... yang membuat saya jatuh cinta di tahun 2004, combinasi antara Plastik dengan besi, sehingga mempunyai gaya sentrifugal tinggi


berbagai corak Hitman Yo-Yo dari Yoyojam



jenis respon yo-yo
 3 jenis respon

a. responsive
ketika yo-yo dimainkan, akan mudah kembali ke tangan
Trik ini baik digunakan untuk trik looping dan atau Double looping.

b. auto return
sistem respon ini disebut juga sistem pintar, karena yo-yo akan otomatis kembali ke tangan jika putarannya sudah melemah. Biasanya cocok digunakan oleh pemula. Saat mereka belajar melempar yo-yo. Jika lemparannya sudah kuat dan baik, maka putaran di ujung tali akan lebih lama.

c. Unresponsive
sistem unresponsive ini adalah merupakan respon yang paling banyak diminati oleh para pemain string tricks... ketika yo-yo di tarik, yo-yo tidak akan kembali ke tangan. melainkan akan terus berputar diujung tali. untuk mengembalikannya digunakan cara khusus, yaitu dengan mengganjal dengan tali yo-yo itu sendiri... atau dinamakan istilah BIND.
banyak pula teknik2 Bind dalam yo-yo.


beragam yo-yo metal dari ANTI-Yo, yang berbentuk Butterfly dan sudah di setting unresponsif



Untuk pemula dianjurkan berbahan plastik
berbentuk Butterfly
dengan sistem respon yang responsive.

Jenis yang bisa digunakan yaitu bentuk Butterfly untuk string tricks dan Modified untuk trik Looping...

Perkembangan yo-yo diIndonesia dimulai tahun 1999 saat Juara Dunia Yo Hans datang untuk mempromosikan suatu produk Yo-Yo buatan AMERIKA. Ini juga membuat makin tingginya kecintaan orang terhadap yo-yo di ASIA - Malaysia, Singapura, Indonesia dan Jepang.
Tahun 2001 di Indonesia mengalami Penurunan peminat karena susahnya produk yo-yo yang tersedia di indonesia. Karena beberapa produk sudah habis terjual.
Heavy Gravity Yo-Yo, yoyo plastik dengan pemberat plastik yang lebih lentur pada bibir yo-yo

Pada tahun 2005 yo-Yo mulai rame meski tidak terlalu Booming, namun beberapa orang pecinta yo-yo sudah berkumpul sejak saya mendirikan klub Yo-Yo Indonesia pada pertengahan tahun itu. sejak itu Agenda dan acara yo-yo berlangsung meski tidak booming seperti saat ini. ini diakibatkan dari efek serial TV dari China...
Kegemaran terhadap mainan tertua kedua didunia ini akan terus terjadi meski sedikit-sedikit beberapa pemain akan tersaring oleh seleksi alam... dan pemain-pemain yang benar-benar cinta akan terus mengisi hidupnya dengan yo-yo. namun pada suatu saat nanti akan berkembang dan muncul lagi...

kejadian ini sudah sering terjadi sejak tahun 30-an... dan keberadaan yo-yo seperti permainan itu sendiri... kadang naik dan kadang-kadang turun. :)

Dikutip dari : http://rosyo.blogspot.com/